Kota Lama Semarang - Jawa Tengah

Gedung Jiwa Sraya, Semarang Bulan Mei 2017 saya berkesempatan bermain ke daerah Semaran - Jawa Tengah, tentunya kali ini tidak bersama k...

Gedung Jiwa Sraya, Semarang
Bulan Mei 2017 saya berkesempatan bermain ke daerah Semaran - Jawa Tengah, tentunya kali ini tidak bersama keluarga melainkan bersama teman-teman dari Upload Kompakan. Empat hari saya berada di Semarang tapi nampaknya kurang puas dan jujur saja kemarin waktu kesana gak sempat kulineran. Nah kali ini main dikota Lama Semarang dimana banyak bangunan lama yang sayang kalau enggak dijepret walau ini juga foto yang ada ditulisan ini difoto hanya menggunakan kamera dari Oppo F1s saja tapi udah kece banget menurut saya. Yang saya foto hanya gedung asuransi Jiwasraya, Marba, Spiegel dan gereja Blenduk.

Gedung Asuransi Jiwasraya, ini merupakan salah satu bangunan bersejarah di kota Semarang, dulunya bekas gedung NILLMI (Nederlandsch Indische Leven Sverzeking De Lifrente Maatschaapij) arsitek gedung ini bernama Herman Thomas Karsten pada tahun 1916-an. Didalam gedung ini terdapat elevator yang diyakini sebagai elevator tertua di Indonesia, gedung ini juga pernah digunakan sebagai kantor walikota Semarang pada masa pemerintahan Belanda. 

Marba, Semarang
Marba, Semarang
Selain itu disudut kota lama terdapat gedung Marba yang dibangun pada abad XIX merupakan bangunan 2 lantai. Pembangunan ini diprakarsai oleh Marta Badjunet seorang warga negara Yaman, yang merupakan seorang saudagar kaya pada jaman itu. Oleh karena itu diberi nama MARBA dari singkatan namanya. Awalnya gedung ini digunakan sebagai kantor usaha pelayaran, Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL), selain kantor tersebut digunakan pula untuk toko yang modern dan satu-satunya pada waktu itu bernama De Zeikel. Kemarin waktu saya main ke Semarang, gedung ini tampak kosong tidak digunakan untuk aktivitas usaha apapun.

Bar & Bistro Spiegel, Semarang
Diseberang Marba terdapat Spiegel Bar & Bistro dimana bangunan ini merupakan bangunan antik yang terdapat di kota lama Semarang, nah kebetulan saya juga mampir ke Spiegel ini dua kali selama ada di Semarang. Hari pertama di Semarang janjian dengan teman-teman Kompakers Semarang setelah kami makan sate kambing yang terletak tidak jauh dari Spiegel, disana pun saya hanya memesan es kopi saja. Seperti biasa ritual foto-foto pun saya lakukan selama ada disana, karena dalamnya Spiegel ini bagus banget loh. Benar-benar instagramable sekali kalau bahasanya anak sekarang.
Gereja Blenduk, Semarang
Nah diseputaran kota lama terdapat bangunan gereja bernama Gereja Blenduk. Sesuai dengan namanya Blenduk maka bentuknya pun mengikuti. Gereja Blenduk merupakan gereja tertua di Jawa Tengah yang dibangun oleh masyarakat Belanda yang tinggal dikota Semarang pada tahun 1753 dengan berbentuk heksagonal.

Seru banget jalan-jalan disekitaran kota lama Semarang banyak bangunan tua dan masih terawat banget walau ada beberapa juga yang tidak ada isinya, seperti halnya waktu saya dan teman-teman berfoto disalah jalanan yang hanya bisa dilewati orang saja, disitu kiri dan kanan bangunan yang sudah tidak terpakai namun buat foto-foto bagus banget. Bahkan dijalan itu terdapat kamera perekamnya karena banyak instruksi larangan dan tulisan "area ini dilengkapi dengan cctv" keren banget loh tempatnya. Saya dan teman-teman saja menghabiskan waktu 2 jam hanya untuk berfoto dijalan itu.

Kayaknya saya harus menjadwalkan kembali ke Semarang nih demi keliling kota lama dan kulineran khas Semarang. 


Cheers,
Chichie Hariyanto.

Potong Rambut "No More Drama"

Kiddy Cuts, Pondok Indah Mal Biasanya potong rambut itu adalah sesuatu yang menyebalkan sepertinya untuk Kelvin, karena setiap potong ra...

Kiddy Cuts, Pondok Indah Mal
Biasanya potong rambut itu adalah sesuatu yang menyebalkan sepertinya untuk Kelvin, karena setiap potong rambut pasti dia nangis atau sebel dan kalau sudah begini saya dan ayahnya harus pinter-pinter lagi mengalihkan perhatiannya. Bukan lagi berucap "jangan nangis dong?" "cuupppp...cupppp..." atau mantra lainnya. Dari Kelvin umur 1 tahun biasanya ritual potong rambut kami lakukan di Kiddy Cuts, kenapa memilih tempat ini? Karena disini banyak yang bisa dialihkan perhatiannya, mulai dari dia memilih sendiri mainan yang akan dinaikan dan ada tv yang biasa muterin film kartun (so far ini gak guna buat Kelvin dulu)


Waktu masih bayi dulu kalau ke Kiddy Cuts selalu dipangku sama ayahnya biar dia lebih nyaman dan enak, trus biasanya saya merekam momen dimana Kelvin potong rambut namun hal ini kadang suka gak sukses karena Kelvin kalau pas moodnya kurang ok dia suka bete. Nah biasanya si mbak-mbaknya langsung ngeluarin senjata deh tuh, ngasih monil-mobilan atau bola dan anaknya langsung anteng. Karena mobil yang dikasih masih dalam plastik jadi pemikiran si Kelvin "ini pasti mainan baru" padahal memang itu termasuk benefit potong rambut disana.





Model potongan rambut kayaknya selalu sama deh, model jaman sekaang "under cut" atau kadang kalau suka cuma disisahkan 2 cm saja kalau gak mau dimodelin tapi memang saya dan ayahnya kurang suka kalau Kelvin terlalu dimacem-macemin potongannya, lebih suka yang biasa-biasa saja. Kadang banyak lihat anak seumur Kelvin dimodelin aneg-aneh, iya sih itu balik lagi ke selera orang tua masing-masing. 

Sekarang ini Kelvin kalau mau dipotong sudah dengan senang hati dan girang banget tanpa melarikan diri seperti biasanya, karena ternyata dia demen banget kalau habis dipotong trus keramas dulu. Dan sekarang pun lebih ekspresif dan suka ketawa-tawa kalau dipotongin gak takut kayak dulu lagi, sudah bisa milih juga mau duduk dimana.




Jadi sementara ini masih memilih Kiddy Cuts untuk tempat potong rambutnya Kelvin selain si anak lebih nyaman, bunda dan ayahnya juga gak bingung kalau-kalau si anak bakalan crangky. Saya juga belum pernah sih nyobain bawa Kelvin untuk potong rambut di tempat potong rambut dewasa  tapi mungkin boleh di coba juga kapan-kapan atau potong rambut sama tukang cukurnya pak Presiden Joko Widodo.



Cheers,
Chichie Hariyanto

Gift from Allah: Kelvin Adrian

Kelvin Adrian Siapa yang tidak ingin memiliki keturunan, semua orang pasti ingin memilikinya kan? Ini saya tulis sebagai kilas balik bag...

Kelvin Adrian
Siapa yang tidak ingin memiliki keturunan, semua orang pasti ingin memilikinya kan? Ini saya tulis sebagai kilas balik bagaimana saya dan suami akhirnya dikaruniai seorang putra yang sangat lucu, ganteng dan banyak doa yang kami panjatkan untuknya. Kalau dulu banyak sekali yang nanya "gimana sudah isi belum?" "kok belum punya momongan sih?" "Jangan jalan-jalan terus, kapan bikin anaknya?" ini beberapa pertanyaan yang sering mampir dikuping saya dan suami, kami bukan tidak ingin memiliki anak tapi memang pada saat itu belum dikasih oleh Allah. Untungnya pertanyaan tersebut tidak terlontar dari keluarga kami, orang tua saya berbeda dengan orang tua kebanyakan kalau saya lihat. Mereka sangat modern dan tidak pernah melontarkan pertanyaan yang sekiranya bikin saya sebal atau lemah. Terus bagaimana dengan ibu dan bapak mertua? Nah kebetulan saya sudah tidak memiliki keduanya kalau pun masih ada saya yakin mereka sama seperti orang tua saya karena saya sempat mengenal ibu mertua saya sebelum beliau meninggal pada Desember 2009 bahkan dulu beliau sempat pergi ke Bandung bersama saya dan suami. 

Kelvin Adrian Hariyanto nama anak saya dan suami yang suka dijuluki orang-orang adalah anak mahal, memang benar gimana tidak mahal saya mendapatkan Kelvin ini dengan perjuangan, kesabaran dan keikhlasan. Secara finansial saya sangat mahal mungkin tidak untuk orang lain, Kelvin didapatkan secara program hamil yang saya dan suami jalani dan lahirnya pun melalui operasi secar karena pada saat itu saya sekalian akan mengangkat miom yang ada dirahim saya. Miom ini juga menjadi banyak pertanyaan dikalangan teman-teman saya juga, kenapa ada miom tapi saya bisa hamil? Nanti akan saya jelaskan satu per satu.

Kalau banyak yang tanya berapa biaya yang sudah saya habiskan? Yang perlu diketahui adalah waktu program ini saya bayar sendiri alias tidak tercover oleh asuransi karena memang tidak bisa di cover asurasi atau penggantian dari kantor pada saat itu. Kedua adalah semua biaya tergantung dimana rumah sakit kita menjalankan program dan treatmentnya pada saat waktu berjalan. Kalau dulu saya dan suami kayaknya modal nekad deh gak tau kalau biayanya segitu. Percaya atau tidak saya tidak pernah browsing tentang program anak sama sekali, yang saya browsing adalah no telp rumah sakit dimana dokter yang saya akan temui ada dimana. Berawal ngobrol sama klien yang sekarang menjadi teman saya, karena dia pun program dengan dr. Damar di rumah sakit Asri, saya langsung browsing tentang rumah sakit Asri bukan tentang program hamilnya. Dan ternyata dr. Damar ini praktek didua rumah sakit pada saat itu RS Asri Jakarta (yang sekarang menjadi RS Asri Siloam Jakarta) dan RS Brawijaya Woman & Children. Nah saya cek jam dr. Damar praktek dikedua rumah sakit tersebut lalu saya memutuskan memilih RS Asri karena beliau praktek weekend disana, karena saya dan suami hari biasa sama-sama kerja jadi kemungkinan besar waktu kami berdua yang sama-sama kosong di weekend itu juga kalau kami berdua lagi gak ada dinas keluar kota.

Jujur saja saya tidak mencari pembanding harga pada saat itu, yang ada dipikiran saya adalah dimana dr. Damar Prasmusinto ini praktek dan saya juga selalu berfikir semua pasti ada rejeki dan jalannya. Tahun 2011 saya memulai program itu biaya konsultasi oleh dr. Damar sebesar Rp. 315.000,- yang pasti tidak pernah lebih dari Rp. 400,000,- kecuali kita ada pemeriksaan lain yang mengharuskan dikenakan biaya tambahan, tapi biaya tersebut bisa berbeda tergantung oleh rumah sakit dan setau saya biasanya dokter spesialis itu memang berbeda dengan dokter biasa. Setelah saya bertemu dengan dr. Damar baru beliau menjelaskan detail tentang program kehamilan mulai dari treatment apa saja yang akan dijalankan oleh kami berdua setelah itu saya baru cek kebagian administrasi untuk masing-masing biayanya. Seperti halnya inseminasi atau bayi tabung ini kan mengharuskan kita mengeluarkan biaya lebih untuk hal tersebut dan beruntungnya saya adalah tidak sampai ketaraf itu tetapi ada treatment lain yang mengharuskan saya mengeluarkan biaya lebih. Setelah suami saya melakukan pengecekan pada spermanya dan hasilnya kurang menggembirakan saat itu, kalau mau tau saat itu suami saya sedih sekali tapi kami berdua saling support karena kami tau tujuan apa yang sedang kami jalankan ini adalah perlunya kedua belah pihak saling memberi semangat untuk mencapai harapannya. 

Suami saya harus menjalankan operasi Varicocele pada saat itu karena spermanya kurang dan memang dokter memberi pilihan antara operasi dan minum obat tapi kami memilih untuk menjalankan operasi yang memiliki kesembuhan lebih cepat dibandingkan meminum obat. Nah saya juga pernah membaca blog salah satu teman saya dimana dia juga menceritakan kisah dia dan istrinya menjalankan hal yang sama dengan saya dan suami. Dia pun harus melakukan operasi varicocele, nah ini ada pembanding dimana sama-sama dijalankan dirumah sakit Jakarta Selatan tapi berbeda harga yang cukup lumayan, saya dan suami membayar sekitaran Rp.23jutaan untuk operasi varicole tapi untuk teman saya operasi varicocele hanya dengan biaya Rp.15jutaan dan saya juga gak menanyakan kelas apa yang dia ambil waktu dirumah sakit tersebut, kebetulan saya dan suami memilih kelas vip dirumah sakit Asri Jakarta. Iya semua yang saya jalankan ini dirumah sakit Asri kok sampai pada tahap Kelvin lahiran pun juga dirumah sakit Asri dan sampai sekarang kami kalau melakukan pengecekan kesehatan juga kesana.



Sampai pada akhirnya saya dinyatakan positif hamil pada bulan Maret 2013 dan sudah 6 minggu mengandung bayi yang ternyata lucu sekali, ini benar-benar hadiah dari Allah. Dimana pada bulan Januari 2013 saya sebenarnya sudah mengikhlaskan dan sudah tidak berharap banyak walau kadang sedih juga sih dulu itu, walau saya tidak pernah memperlihatkan ke siapapun bahkan ke suami saya dan akhirnya saya tulis disini deh. Terkadang kita tidak bisa mengontrol apa yang akan diucapkan oleh orang terhadap diri kita apalagi kalau nanyanya "kapan punya anak?" kalau yang nanya biasa aja pasti saya selalu jawabnya juga santai tapi yang nyebelin kalau yang nanya itu sudah nyinyir, biasalah orang Indo kalau soal begini mah belum memiliki rasa simpati dengan baik kayaknya gimana cara penyampaian supaya yang diajak ngobrol gak bisa lapang dada menerima. 

Waktu hamil itu saya harus bedrest selama 2 minggu pertama karena hasil usg Kelvin untuk detak jantungnya kurang bagus dibawah rata-rata dan dr. Damar menyarankan saya untuk istirahat total bahkan tadinya suami berfikir apa saya keluar dari pekerjaan saya tapi hal tersebut bukan menjadi pilihan kami berdua pada akhirnya. Suami saya menjadi lebih ekstra protektif saat itu karena apa yang kami jalani berdua sudah membuahkan hasil dimana perjalan itu memberikan pelajaran bagi kami berdua untuk lebih bersabar, ikhlas dan lebih bertawakal. Kalau dulu saya gak sampai kepikiran harus keluar negeri menjalankan ini semua yang mana kata beberapa teman yang menjalani hal yang sama seperti saya itu disana lebih murah dari Indonesia tapi sepertinya dokter disini masih bagus-bagus kok dan belum perlu untuk saya dan suami menjalankan ini semua kesana. 



Cheers,
Chichie Hariyanto



Upload Kompakan; Kreasi Buavita Mangga

Kreasi dengan Buavita Mango Semenjak bergabung dengan komunitas foto Upload Kompakan, saya kemana-mana selalu membawa kamera didalam tas...

Kreasi dengan Buavita Mango
Semenjak bergabung dengan komunitas foto Upload Kompakan, saya kemana-mana selalu membawa kamera didalam tas kalau biasanya motret makanan cuma pakai handphone sekarang dibelain bawa kamera kemana-mana. Jadi waktu itu ada challenge untuk Buavita dengan rasa Mangga, karena saya ibu bekerja jadi pepotoan saya lakukan dikantor dengan perlengkapan seadanya. Jujur aja saya meninggalkan beberapa perlengkapan dikantor untuk moto dadakan atau kadang biasanya udah saya stok terlebih dahulu fotonya jika bukan challenge.

Nah kali ini dengan tema mengkreasikan menu dengan Buavita Mangga, jadi cari yang gampang aja deh, bikin Tropical Punch dari Buavita jadi cum belanja buah, daun mint dan beberapa kotak Buavita. Jadi tinggal cemplung-cemplung saja dikantor dan difoto deh, ini saya foto di studio redaksi saya dekat jendela karena kalau diruangan saya lampunya kuning jadi kurang cocok buat foto. Dan ini foto mentahan punya saya, biasanya saya edit sedikit menggunakan Snapseed untuk detailnya kalau warnanya sudah seperti ini saya gak pernah mengubah lagi paling hanya main di details saja. 

Kalau saya bukan ngincer menangnya tapi lebih ke seseruan foto dan uploadnya, lumayan kan sambil melatih kebiasaan kita pegang kamera. Sudah 2 tahun lebih saya bergabung dengan komunitas Upload Kompakan dan masuk di grup Kompakers Bekasi, kalau banyak yang nanya kok Bekasi? Bukan Jakarta atau Tangerang? Iya karena saya lagi tinggal didaerah Jatibening Bekasi jadi masuk Kompakers Bekasi saja sambil menjalin silaturahmi dan sambil belajar deh. 






Fillmore Coffee, Jakarta Selatan

Add caption Efek menjamurnya coffeeshop di Jakarta, dibelakang kantor saya menemukan hidden place kalau menurut saya, gak perlu jauh-ja...

Add caption
Efek menjamurnya coffeeshop di Jakarta, dibelakang kantor saya menemukan hidden place kalau menurut saya, gak perlu jauh-jauh lagi ngopinya kalau cuma mau menyelesaikan pekerjaan kantor atau sekedar untuk brainstormin dengan team dikantor. Tujuannya sih biar gak bosen kalau meeting billing, maklum saya berkerja dibagian divisi iklan dimana pendapatan iklan bergantung kepada saya dan beberapa teman di Bintang Home dan Home Living.

Fillmore Cofee ini letaknya dibelakang kantor dan cuma jalan kaki sedikit saja, palingan 3 menit doangan untuk sampai kesini. tempatnya menjadi satu dengan kost-kostan Suit at Seven di Jl. H. Sidik Karet Pedurenan. Tempatnya lumayan enak banget nih walau tidak besar tapi sudah cukup menampung saya dan teman-teman kalau sudang bermain kesana. Fillmore ini ada 2 lantai, 1 lantai bawah dengan ruangan ac dan lantai 2 untuk area merokok. 


Pura-pura sibuk
Nah ditempat saya duduk ini biasanya saya dan teman-teman bekerja sambil menikmati kopi dan alunan musik, meja ini cukup untuk 5 orangan dan masing-masing sambil buka laptop biasanya. Terkadang bosan dengan suasana kantor dan langsung melipir kesini.

Coffee and my stuff
Hot Cappuccino is mine
My breakie
Selain kopi, di Fillmore juga menyediakan sarapan sehat loh, waktu pertama kali kesini padahal bukan pagi hari tapi pengen banget nyobain smoothies yang ada disana. Lupa smoothies yang ini namanya apa, seingetku ada Choco Banana deh atau apa ya, ini ngenyangin banget dijamin habis makan ini gak ngemil lagi deh. Kalau saya biasanya kesini pilihannya atara hot atau ice coffee dan belum pernah sih di coffeeshop mesennya teh karena kebetulan suka kopi.




Mango Smoothies
Karena sudah beberapa kali Fillmore jadi kalau saya sih rekomen banget sama tempat ini, selain tempatnya yang enak banget kopi dan makanannya pun enak-enak juga. Saya juga sudah mencicipi beberapa pastry yang ada disini dan semua enak, kalau saya enak bilang enak, enggak bilang enggak.

ice cappuccino



Hands in frame
Kalau saya sih pasti akan balik terus kesini selagi masih kerja di Media Bintang Indonesia karena sejujurnya saya lebih konsen kerja di coffeeshop daripada dikantor sih. Karena ambiancenya beda banget tapi kalau lagi hectic atau deadline sih dikantor kok. Oh iya... orang-orang yang selalu saya temui di Fillmore ini ramah dan baik banget. Terus nih buat yang demen sama bule cocok nih kalau pagi sebelum aktivitas duduk di Fillmore sambil minum kopi karena dijamin bakalan ketemu sama bule-bule kece pada mau ke kantor karena teman saya ada yang betah kalau pagi ngopi disini.


Cheers,
Chichie Hariyanto




Es Kopi Susu Masa Kini Paling Favorit Di Jakarta

Es Kopi Susu Tetangga - TUKU Sekarang ini banyak banget es kopi susu yang dijual dan semua yang sudah saya pernah coba juga enak-enak, t...

Es Kopi Susu Tetangga - TUKU
Sekarang ini banyak banget es kopi susu yang dijual dan semua yang sudah saya pernah coba juga enak-enak, tapi emang kalau kopi bakal saya bilang enak sih. Jadi pertama kali nyobain es kopi susu ya TUKU ini, namanya juga unik banget "es kopi susu tetangga" waktu pertama beli ini agak kaget karena pesan via Go Food dan abangnya telp nanya ke saya "mbak pesanan sesuai dengan aplikasi?" lalu saya iyakan dan abangnya balik bertanya kembali "mbak ini kopinya ngantri gpp ya? atau mau di cancel?" nah ini pilihan sulit karena saya biasanya menyerahkan kepada abang Gojek kalau mau di cancel gpp tapi kalau mau ditungguin gpp juga, nah bapak ini mengiyakan untuk menunggu. Aaahhhh... Betapa girangnya pas tau kalau si bapak mau nungguin, tapi saya pun kalau beli es kopi susu minimal 4 gelas karena harga segelas kopi Tuku ini Rp.18,000,- saja jadi sayang kan kalau beli cuma 2 gelas gak sebanding sama ngantrinya. Atau kalau dikantor suka ngajakin teman-teman lain untuk ikutan pesan, entah sudah beberapa kali saya order si Tuku via aplikasi GoFood.


Es Kopi Susu - SAGALEH
Gak berapa lama sempat lihat postingan seorang teman lagi minum Sagaleh dan saat itu pemesanan masih via line atau whats app saja tapi bisa di pick up pakai ojek online. Banyak yang sempat nanya dikantor apa arti dari Sagaleh, kalau kata teman yang orang Padang itu artinya Segelas. Kalau untuk rasa Sagaleh ini berbeda dengan es kopi susu tetangga dan masing-masing es kopi susu memang memiliki ciri khas yang berbeda. Untuk segelas es kopi susu Sagaleh ini seharga Rp. 18,000,- kalau sekarang pemesanan Sagaleh sudah bisa via Go Food bahkan saya selalu memesan via Go Food sudah tidak lagi memesan via line.


Es Kopi Susu Low Fat - SANA
Kalau yang suka bakar kalori di Sana Studio pasti lebih dulu tau tentang si es kopi susu low fat dari Sana, ini juga beda nih karena dia punya menu yang low fat, selain itu juga ada es kopi susu Sana biasa, es kopi Sana hitam, es teh susu Sana biasa, es kopi susu Sana almond dan es kopi susu Sana soy tinggal pilih deh mau nyobain yang mana dulu. Untuk harga segelas es kopi di Sana berbeda-beda dan dimulai dengan harga Rp. 18,000,- saya juga pesan via Go Food.


Es Kopi Susu Kampung - DIBAWAH TANGGA
Kalau main ke Gandaria City Mal boleh mampirin coffee shop Dibawah Tangga, tempatnya juga lumayan enak kok tapi letak tempatnya diluar untuk persisnya didepan lobby office 8 tepat dibawah tangga berjalan ada tempat ngopi. Yang bikin unik dari tempat ini cemilannya adalah jajanan pasar khas Indonesia beda dengan tempat ngopi lainnya yang menyediakan croissant atau makanan western lainnya. Segelas es kopi susu kampung ini seharga Rp. 19,000,- sudah beberapa kali kesini dan selalu menikmati es kopi susu kampung ini Dibawah Tangga dan ini enak banget loh. Syukur-syukur kalau kesini bisa ketemu sama Nino jadi minum kopi sambil ditemenin deh.... Ngareeeeppp hahahahaa...

Dari sekian es kopi susu yang bertebaran di Jakarta, memang baru 4 ini saja yang saya coba, walau sekarang ini ada beberapa list es kopi susu yang bakalan dicobain.




Cheers,
Chichie Hariyanto

Es Kopi Susu: Dibawah Tangga

Es Kopi Susu Kampung Sekarang ini banyak banget bermunculan kedai kopi yang instagramable dan banyak juga sekarang es kopi susu yang bi...

Es Kopi Susu Kampung
Sekarang ini banyak banget bermunculan kedai kopi yang instagramable dan banyak juga sekarang es kopi susu yang bisa dibeli via aplikasi online atau langsung pesan via kontak yang tertera lalu dikirim dengan ojek online. Seperti es kopi yang satu ini, namanya @di.bawahtangga berlokasi di Gandaria City Mall persis dibawah tangga escalator lobby utara atau persis dekat Office 8. Kebetulan hari ini ada meeting di daerah sana jadi iseng mampirin untuk beli dibawa pulang saja. Sudah tentu mesennya es kopi susu karena penasaran banget sama rasanya, langsung nyobain es kopi susu kota dan es kopi susu kampung harga pergelas Rp. 19,000,- lumayan kok gak mahal dan rata-rata es kopi susu sejenis juga segitu apalagi ini keberadaannya di mall. 


@di.bawahtangga

Corner

@di.bawahtangga

@di.bawahtangga
Kopi Kornernya bikin gemes kan, simple dan eye catchy sekali, gak banyak printilan karena memang tempatnya juga tidak besar. Yang seru disini adalah cemilan yang dijual adalah jajanan tradisonal loh, salah satunya bakwan goreng (favorit banget nih), kue lapis, wajik kalau seingat penglihatan saya tadi. Biasanya kalau kedai kopi yang biasa saya jumpai menjual roti pastri atau western food, kali ini Dibawah Tangga menjual cemilan Indonesia. Buat yang gak suka kopi jangan khawatir, disini juga ada teh dan coklat atau mau beli biji kopi? Juga adaaaaa... Nikki Batak, Bali, Ciwidey, Sulawesi, Flores, Papua Wamena dan biji kopi kampung. 

Tempat duduk yang tersedia sih lumayan cukuplah kalau buat santai tapi adanya di outdoor ya jadi jangan ngarep semriwing kayak di mall tapi gak panas kok karena banyak angin. Karena tadi cuma take away doang jadi gak sempat nyoba duduk-duduk yang lamaan gitu deh. 


Cheers,
Chichie Hariyanto