JOGJA... I'm back.... Yeeeaaayyyyeeerrrsssss!!!! Tanggal 15 September kemarin balik lagi ke Jogja dalam rangka pernikahan sepupu tangg...

Greenhost Boutique Hotel

02.27.00 Suciarti Wahyuningtyas 0 Comments

JOGJA... I'm back....
Yeeeaaayyyyeeerrrsssss!!!! Tanggal 15 September kemarin balik lagi ke Jogja dalam rangka pernikahan sepupu tanggal 16 September, kebetulan aku pesan hotel dari tanggal 15 - 19 September 2015 di Greenhost Boutique Hotel daerah Prawirotaman. Pemesanan via Agoda waktu itu dan ini juga pesannya 3 hari sebelum berangkat, karena lihat beberapa review tentang Greenhost jadi pengen nyoba nginep disana juga. 

Kali ini pergi liburannya tanpa ayah karena dia lagi ada beberapa kerjaan yang tidak bisa ditinggal dan berbarengan dengan waktu pernikahan sepupuku, jadi kemarin aku berangkat sama Kelvin dan mama. Sekalian hitung-hitung mencoba liburan keluar kota tanpa ayah, ini sebenarnya kali kedua liburan tanpa ayah. Pertama waktu liburan ke Bandung, dan sekarang yang kedua ke Jogja.


Area outdoor Greenhost
Waktu habis kelar check in dan sebelum masuk kamar nyempetin foto ini dulu view dari lobby Greenhost. Awal menginjakan kaki di Greenhost langsung jatuh cinta sama konsep dan designya. Waktu lagi check ini tercium aroma makanan dari restaurant seberang lobby dan wangi banget baunya. Oh iya Jogja pada hari itu lagi panas-panansya, waktu hari pertama panasnya lagi 35 derajat ajah.

Kursi dengan bantalan warna-warni
Kepikiran banget ya meletakan kursi-kursi canti di area outdoor, dan bantalannya juga warna-warni bikin betah yang duduk. Disegala plosok Greenhost ini sebenarnya Phootoable banget, karena kosepnya memang luar biasa kalau aku bilang. Kalau hotel mewah itu banyak banget di Jogja, tapi aku memilih mencari hotel dengan konsep yang beda dengan hotel-hotel lainnya. Ini stuning banget konsepnya. Dan ada keramik yang digantung sebagai karya seni dari Galuh Anindita yang bikin hotel ini tambah beda lagi adalah terdapat tanaman hidroponik disetiap lantainya.

Lorong dari depan tempat SPA

Meja dan kursi makan

Meja dan kursi makan
Restaurant di Greenhost memiliki meja dan kursi yang beda dengan restaurant lainnya, kaki meja diberi roda-roda agar memudahkan untuk pergeseran atau pemindahan meja. Selain itu mejanya juga memiliki akses yang beda disetiap meja, ditengahnya terdapat piring tanah liat mungkin ini dipergunakan untuk asbak. Kursi dari kayu-kayu dengan model minimalis dan memang jodoh banget sama si meja yang cantik itu. Inspiratif banget setiap sudut di Greenhost.

Lorong kamar lantai 1

Sempat motret lorong kamar, dindingnya pun bertemakan unfinish. Dan pintunya kayu berwarna coklat muda, simple tapi bikin betah jadi lebih adem kalau aku bilang.

Bangku warna-warni 
Ini salah satu spot dekat kamarku, ada beberapa bangku seperti ini tapi ada mejanya juga. Tapi sayang tidak boleh diduduki, tadinya mau bawa Kelvin buat foto disini tapi serem takut dia dorong kursinya kebawah dan jatuh deh tuh kursi. Setiap lantai pagarnya menggunakan sambungan pipa guna tanaman hidroponik, kebetulan tanamannya adalah daun lint dan slada.

Kamar tidur 
Ini kamarku selama 5 hari 4 malam di Greenhost, kamar dengan nomer 127 dipojokan, suka sih dapet dipojok karena aku bawa Kelvin jadi kalau dia drama mau mandi nangsinya gak gitu kedengeran. Kamarnya nyaman dan bersih banget, tema kamar pun masih sama industrial. Kamar ini pas banget untuk membawa anak 1, tempat tidur dengan berukuran king. Kelvin pun suka bermain diatas kasur dan bermain batu yang berada dibawah jendela lalu dilemparkannya kebawah tempat tidur. Dan selama disana dia selalu mengulang kegiatan main batu tersebut, mungkin cleaning servicenya bingung kalau ngebersihin kamar tau-tau nemu batu dibawah tempat tidur. Hahahahaaa....

Tanaman Hidroponik
Selain takjub-takjub dan jatuh cinta sama design dan konsepnya, mereka juga punya taman hidroponik di lantai atas. Kemarin sempat main sama Kelvin ke rooftop sekalian pengen tau ada apa saja sih dilantai atas, selain ada hall untuk pertemuan dan biasa dipakai buat workshop ada tanaman hidroponiknya. Kelvin seneng juga nih main diatas sini, lari-lari kesana kemari nemenin bundanya motret. Aku juga bawa pulang 1 paket tanaman hidroponik daun mint untuk dirumah, hadiah dari Greenhost.

Greenhost Boutique Hotel ini terletak di daerah Prawirotaman, tepatnya di jalan Gerilya, Mergangsan. Sekedar info saja kalau mau menginap disini dan ingin jalan-jalan harus menyewa kendaraan karena ini kalau mau ketempat wisata agak jauh apalagi kalau mau belanja ke Malioboro atau jalan-jalan sekitaran Malioboro. Karena jalan kaki sangatlah jauh kalau menurutku. Dekat hotel terdapat pasar tradisional, siapa tau mau jajan cemilan khas Jogja, disana jual kue-kue basah dan kripik-kripik tradisional. Selain itu dekat hotel juga ada soto ayam yang enak banget, semangkok soto hanya Rp 8.000,- saja. Tepat didepan hotel ada gang kecil untuk short cut menuju jalan Prawirotaman, disana banyak terdapat cafe atau restaurant dengan makanan daerah khas jogja dan makanan kekinian. Dan ada toko roti namanya Hani, rotinya lembut dan home made. Siapa tau mau ngopi cantik atau ngeteh lucu bisa mampir ke tempat hangout yang ada disana, bisa dengan jalan kaki. Didepan hotel juga ada becak motor yang siap mengantarkan kita kemana saja, tapi kemarin aku tidak naik karena ada mobil yang anter jemput. 




Device: Iphone 5s
Photo by Akuchichie








0 comments:

PAWON COKELAT GUESTHOUSE, JOGJAKARTA Sabtu, 5 September 2015 sampai di Jogjakarta tepat pukul 7.00 pagi dan nunggu dijemput sama ta...

Pawon Cokelat Guesthouse

23.47.00 Suciarti Wahyuningtyas 0 Comments

PAWON COKELAT GUESTHOUSE, JOGJAKARTA


Sabtu, 5 September 2015 sampai di Jogjakarta tepat pukul 7.00 pagi dan nunggu dijemput sama tante yang sekalian mau anterin mobil yang akan dipakai selama jalan-jalan di Jogja. Dari bandara Adi Soetjipto kita semua langsung menuju Pawon Cokelat Guesthouse yang terletak di jalan Sosrowijayan, gak jauh dari stasiun juga dan kalau mau ke Malioboro tinggal jalan doang. Disekitarnya juga banyak jajanan, yang paling penting banyak jajanan dan mini market. Sesampai di Pawon Cokelat titip tas dan koper yang kami bawa, karena hari pertama sesuai denganjadwal akan ke Gunung Merapi untuk Lava Tour.

Berfoto di tembok yang bergambarkan peta Jogja
Yang unik dari Pawon Cokelat adalah dia memiliki tembok yang bergambarkan map kota Jogjakarta dan didalamnya map menuju Pawon Cokelat dari beberapa jalan. Tembok ini terdapat disamping lobby yang mengarah ke mini lounge, tepat didepan pintu gerbang untuk motor, kurang rasanya kalau tidak mengabadikan foto ditembok ini.


Pintu Masuk Pawon Cokelat Guest House
Mudah sekali menemukan Pawon Cokelat, setelah berjalan memasuki gang kecil akan menemukan pintu ini dan ada tulisan PAWON COKELAR Guesthouse disamping kanan temboknya. Benar-benar beda dengan beberapa guesthouse yang aku lewati atau yang aku pernah tau. Dengan sentuhan tema unfinish ini benar-benar membuat aku jatuh cinta waktu pertama kali melihat langsung.

Lobby dengan sentuhan kursi berwarna hijau
Didepan meja resepsionis terdapat kursi berwana hijau dengan model yang vintage membuat area ini sangatlah berasa Jogjakarta. Kebetulan memang aku juga sangat menyukai kursi-kursi model lama seperti ini, karena antik. Malam pertama di Pawon Cokelat aku dan beberapa teman duduk-duduk disini untuk mengobrol sampai jam 1 pagi, selain itu kita juga bertemu dengan Nadya dan Nisha dari Singapore yang sedang berlibur di Jogjakarta dan kami mengajak mereka untuk ngobrol dilobby.

Tempat breakfast

Tempat breakfast atau sekedar minum teh atau kopi
Dibalik meja resepsionis terdapat tempat makan yang tidak besar tapi sangat nyaman dan enak buat duduk-duduk sambil ngobrol disitu. Pada sisi kiri terdapat tempat duduk sofa dengan 2 meja, sementara disisi kanan terdapat 3 meja kecil dengan kursi-kursi kayu yang hanya untuk 2 orang saja. Di Pawon Cokelat terdapat free hot tea and hot coffee selama 24 jam, jadi gak usah bingung kalau mau ngobrol sambil ngetah atau ngopi disini, dan pelayanannya pun ramah. Setiap malam ada 2 mas-mas yang jaga dan mereka sangat ramah.


Lorong kamar dilantai 2

Kursi jadul didepan kamar nomer 10

Suasana malam hari dilantai 2
Beberapa lorong dan view lantai 2, kebetulan aku dan semua teman mendapat kamar di lantai 2. Kami menyewa 4 kamar, 5, 6, 8 dan 10. Masing-masing kamar memiliki tempat yang sama kecuali kamar no 10 agak sedikit besar dan terdapat bukaan jendela seperti balkon.

Rooftop di lantai 3
Bangku kuning jadul ini terdapat di roof top lantai 3 dan ada beberapa tempat duduk lainnya yang tidak saya foto, diatasnya terdapat lampu-lampu bohlam menggantung yang sangat bagus jika malam hari menyala dan dipakai buat nongkrong sama teman-teman. Tapi aku gak nongkrong malam disini karena dilantai 2 pun terdapat tempat duduk dan meja yang tidak kalah kece.

Kamar di lantai 2

Kamar No.5
Ini view kamar di no 5, cocok banget memang untuk traveler dan menginap bersama teman. Bukan berarti keluarga tidak cocok tapi kalau punya anak kecil yang lagi aktif kamar ini agak sempit untuk lari-larian. Tapi aku suka kamarnya, bersih, nyaman dan wangi. Kamar mandinya pun bersih sekali beda dengan penginapan murah yang biasanya memilik kamar mandi kurang bagus biasanya. Temboknya pun menggukanan bata ekspose berwarna putih, furnitur dengan sentuhan scandinavian, dinding yang di cat terlalu tipis ini membuat Pawon Cokelat berbeda dengan yang lain.

Cover Kunci Kamar

PAWON COKELAT
Cover kunci kamar dibuat dari kulit berwarna cokelat dengan tulisan PAWON COKELAT Guesthouse, suka sekali dengan tempat kuncinya. Tarif kamar untuk week days sebesar Rp 250.000,- dan tarif week end Rp 300.000,- untuk ukuran harga ini sangat murah dengan tempat yang sangat bagus dan nyaman juga bersih ini. Dan tempat ini juga strategis sekali.



Photo: Chichie
Camera: Nikon D3300 dan Iphone 5S
Edit: VSCO














0 comments: